Jangan menyerah dalam belajar !

Assalamu’alaikum wr wb

Hemm, bentar lagi ane wisudah nih, oiya Do’ain ya semoga ane & semua temen” ane lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Aamiin😉
bicara soal wisuda, ane baca baca artikel di blog seblah, eh ada yang menarik. Biasanya kan kalo wisuda ada  mahasiswa ataupun siswa di SMA yang ngasih pidato, paling paling isinya kan tentang kenangan selama di kampus / disekolah, pesan kesan, dan dan ucapan terima kasih kepada dosen / guru dan teman-teman.

Pembanding Hard Skills & Soft Skills

Nah isi pidatonya nih disini sangat menginspirasi bisa di bilang awesome but “scary” 😮
pidato wisudawan SMA di Amerika, namanya Erica Goldson (siswi SMA) pada acara
wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Setelah ane baca gan pidatonya buagusss bisa bikin nangis kali ya😛 , tapi bikin takut juga sih denger kata-katanya. Cuplikan pidato ini dikutip dari dari blog ini gan : http://pohonbodhi.blogspot.com/2010/09/you-are-either-with-me-or-against-me.html

Dan kira kira dalam Bahasa Indonesia seperti ini :

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

wow apa kesan kalian setelah baca pidato itu?atau kalian pasti ada yang pernah mengalaminya?hemm tentu iya, ini yang saya bilang awesome but “scary”. Kejujuran di tiap kata katanya sangat mengagumkan tapi justru itulah yang membua jadi sangat scary atau menakutkan. Scary disini karena selama sekolah dia hanya mengejar nilai tertinggi dan dia meninggalkan kesempatan dia untuk dapat mengembangkan diri di bidang lainya atau hobi yang dia sukai.

Dan saya pun pernah mengalami hal ini gan, tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi meski hardskill saya agak lemah ketimbang softskill  saya yang jagoo😛
hehe

TAPI INGAT ya!, Belajar bukan hanya untuk mengejar nilai semata,  kreativitas dan soft skill SANGAT penting untuk bekal kehidupan jangan sampai terabaikan & diabaikan. Dengan adanya sistem pendidikan seperti ini membuat anak didik tumbuh menjadi anak kreatif bukan anak yang “penurut”.
Dan saya juga berDo’a semoga bangsa kita tidak hanya menerapkan sistem kejar nilai Tinggi, tapi lebih banyak mengembangkan kepribadian / kemampuan diri tiap orang dan lebih menghargai softskill anak bangsa.

Sekian postingan hari ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

Sumber 2 : http://rinaldimunir.wordpress.com

Jika ingin melihat video pidato Erica di Youtube :

atau kunjungi link berikut :
 http://www.youtube.com/watch?v=9M4tdMsg3ts&feature=player_embedded#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: